Bukan bermaksud mengecam atau memprovokasi, saya menulis judul diatas karena tergerak untuk mengkritisi tingkah polah sebagian "okum masyarakat" muslim yang melakukan praktek-praktek kekerasan dalam menjalankan aksi-aksi mereka. Dengan mengatasnamakan Jihad atau berjuang menegakan syariat agama mereka seakan akan-akan menghalalkan segala cara. Banyak fakta yang menunjukan bagaimana kekejaman kaum terroris yang mengatasnamakan Islam, ditingkat lokal saja, saya masih merasa ngeri dengan Islam Garis Keras "Amrozy CS" yang meluluhlantahkan Bali dengan Aksi Bom mereka. Belum lagi sempat juga marak aksi-aksi Anarkisme yang diusung oleh FPI (Front Pembela Islam) yang mengesampingkan hukum dan melanggar aturan dengan melakukan aksi-aksi tidak terpuji dan sweeping yang sebenarnya bukan hak mereka. Baru-baru ini saya juga liat berita di Metro TV " (Metrotvnews.com, Solo): Dengan mengusung alasan memberantas minuman keras, seorang warga menjadi korban. Kejadian ini bermula saat belasan pemuda di Kampung Kusumodilagan, Kelurahan Joyosuran, Solo, Jawa Tengah, minum-minuman keras, Senin (17/3) malam. Sekelompok aktivias masjid menyerbu para pemuda tersebut. Karena perkelahian yang tidak seimbang, akhirnya para pemuda melarikan diri. Namun, dua diantaranya, Heru Kipli dan Tri Joko, tak bisa lepas dari amukan massa. Keduanya terluka tebasan benda tajam. Beberapa saat setelah kejadian, kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun, naas nyawa Heri Kipli akhirnya tak tertolong. Sedangkan Tri Joko hingga kini masih kritis.
Bagaimana menurut Anda?