Posted by Herman on Mar 25, '08 1:44 AM for everyone Tergerak untuk sedikit usil atas dunia "periklanan" di negeri kita tercinta ini. terutama mengenai "perang urat syaraf" dari beberapa operator seluller baik GSM maupun CDMA. Seperti yang diketahui, sebelumnya tarif telepon sesama telepon seluler dan tarif interkoneksi antar operator telepon selular di Indonesia cukup mahal daripada negara-negara lain. Operator telepon seluler utama seperti Telkomsel, Indosat dan XL pada awalnya lebih mengutamakan fitur Short Message Service (SMS) sehingga perang tarif pertama terjadi dalam dunia SMS.
Kini perang tarif dilanjutkan dengan membuat tarif murah untuk panggilan ke operator lainnya. Diawali dengan iklan XL yang mencantumkan tarif Rp 0,1 / detik untuk menelpon ke semua operator, kemudian Indosat IM3 melanjutkan dengan tarif Rp 0,01 / detik. Mentari dengan Rp.0 sejak menit pertama, Simpati PEDE dengan Rp.0,5/detik. 3 dengan gratis sepuasnya (tapi cuman sesama 3) lalu XL Bebas kembali mengambil langkah mencantumkan iklan tarif Rp 0,00000…1 / detik dengan tagline “ngobrol sepuasnya”. Indosat IM3 kembali membalas dengan mencantumkan tarif Rp 0,0000000000…1 / detik di salah satu surat kabar hanya berselang 2 hari setelah iklan XL Bebas pertama kali ditampilkan di sana (walau sampai saat ini tetap menampilkan iklan Rp 0,01 / detiknya di televisi). Sayangnya tetap saja terjadi ketidakjelasan informasi tarif yang sebenarnya pada pencantuman tarif ini.
Sebagai masyarakat awam, saya sedikit miris dan kecewa, karena semakin lama iklan-iklan tersebut makin tidak jelas dan tidak transparan. Karena setelah dibuktikan tarif murah yang mereka gembar-gemborkan ternyata " BOHONG". Apakah ini etika yang terjadi pada masyarakat kita? Bukankah seharusnya Iklan harus informatif dan mendidik tapi ini malah menyesatkan dan membodohi masyarakat.... Apakah ini salah satu bentuk "Black Campaige" yang emang udah menjadi "Habbit" di negeri kita? Silahkan berikan tanggapan....
terimakasih
 | loh...
kalau ini disebut sebagai pembahasan atau artikel, mestinya didukung fakta melalu data-data yang ada, Om Herman... ini saia koment soal tulisan Om. Kalo temanya, saia lom coba yg lain. Tapi, kalo Telkomsel, khususnya Simpati yg memberikan tarif Rp. 0,5/ detik setelah satu menit bicara, saia lumayan terpuaskan. walau kenyataanya jaringan mereka selalu sibuk dan kadang-kadang ga nyambung sama sekali. Itu aja yg buat kesal..
Ntah kalo yg lain... Lalu, pembodohan apa yg dimaksud? Apa tarifnya ga sesuai dengan yg mereka tawarkan? |
 | Yang maksud "pembodohan" kenapa dalam membuat iklan, mereka tidak transparan, kenapa mereka mengunakan ketidaktransparan tersebut untuk mengubah persepsi dari masyarakat.... saya merasa dibohongi, gitu lho Bang....!!!! |
 | hmmmm,...
begitu yah... ini soal syarat saia kira. memang tarif dibuat murah dan mereka sedang perang di sana, tapi syarat dan ketentuan memang tetap ada. ketidaktransparan mereka mungkin disitu... dan perbedaan di berbagai media. tapi, ngomong soal strategi, mereka emang hebat tuh...
wakakakkak... bukannya mencerdaskan tpi, malah membodohi, gitu Om? hehehe |
 | kalo gitu sama dong! saia juga konsumen yg sering kesal sampe mukul2in hp ke pipi karena ga nyambung... hehehe
thanks for info |
 | telepati aja...
lebih private ga bisa disadap |
 | pake tali phone aja...itu tuh...dua kaleng yang pake benang (^_^) |
| |