Posted by Herman on Apr 2, '08 12:19 AM for everyone
Setelah Media Pers Denmark, menyakiti umat islam dengan penggambaran kartun nabi Muhamad SAW, sebagai pemimpin Islam dan agama kekerasan, Media Barat kembali mengusik Islam, lebih tepatnya memprovokasi Islam secara global dengan film "FITNA". Film ini adalah sebuah film anti Al Quran buatan politisi Belanda, Geert Wilders. Entah apa tujuan dari Geert Wilders, yang jelas film ini pasti akan berpengaruh besar bagi dunia, terutama tentang pencintraan negatif bagi dunia Islam. Film yang berdurasi sekitar 17 menit itu secara umum menggambarkan penyerangan teroris yang terjadi di New York dan Madrid yang kemudian dihubungkan dengan ayat Al-Quran

Rangkaian adegan film dibuka dengan gambar pesawat yang menghantam menara kembar WTC pada 11 September 2001 silam dengan latar suara seseorang dari ujung telepon yang melaporkan keadaan bahaya.

Adegan selanjutnya adalah cuplikan gambar korban tewas dalam peristiwa pemboman kereta bawah tanah di Madrid pada tahun 2004.

Wilders menampilkan potongan ayat sebuah surat dalam Al-Quran yang kemudian diterjemahkan sebagai dasar keyakinan bagi orang Islam untuk melakukan ‘teror terhadap musuh Allah’. Pemaparan ini menjadi bagian film dari menit kedua hingga menit kesepuluh.

Dalam Film Fitna juga dimunculkan gambar kartun Nabi Muhammad SAW dengan surban berbentuk bom di kepala, bersumber dari kartun Jyllands-Posten. Setelah beberapa detik disugestikan bahwa bom itu meledak.

Akhir film menunjukkan Quran yang halamannya dipegang oleh tangan seseorang. Kemudian terdengar suara kertas yang disobek. Dalam teks yang ditulis dalam bahasa Belanda dijelaskan bahwa suara itu tadi adalah halaman buku telepon yang disobek. Fitna diakhiri dengan pernyataan tertulis. Di situ Wilders mengatakan bukan dialah yang harus menyobek ayat-ayat Quran yang penuh kebencian, namun orang Muslim sendirilah yang harus melakukannya. Menurut pemimpin PVV ini Islam ingin berkuasa dan hendak memusnahkan budaya barat. Tahun 1945 Nazi dikalahkan, tahun 1989 komunisme di Eropa ditaklukkan dan kini, demikian Wilders, saatnya mengalahkan ideologi Islam.

Meski belum ada orang yang nonton film Fitna, namun Geert Wilders sudah menyatakan bahwa filmnya akan membuktikan al Qur’an adalah buku fasis. Dalam wawancara dengan koran pagi Belanda, de Volkskrant, ia menyatakan yang menjadi masalah adalah Islam, bukan orang Muslim. Namun ia juga memperingatkan dunia barat bahwa Fitna bertujuan menyadarkan dunia barat yang menurutnya sedang menyerahkan kebebasannya kepada Islam tanpa membela diri.

Lalu apa gerangan yang terjadi dengan Wilders, mengapa ia begitu marah terhadap Islam? Acap kali hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan historis. Misalnya kedatangan warga Muslim asal Maroko dan Turki mengubah masyarakat Belanda menjadi masyarakat multikultural. Perubahan yang bisa menjengkelkan orang Belanda juga yang dikenal sebagai toleran.

Pemerintah Belanda mengkhawatirkan dampak filmnya Geert Wilders. Pemerintah masih ingat apa yang terjadi dalam dunia Islam setelah publikasi karikatur anti Muslim di koran Denmark. Menteri luar negeri Belanda, Maxime Verhagen, berupaya menjelaskan bahwa isi film Geert Wilders, bukan pendapat pemerintah, namun Wilders berhak membikin film ini berdasarkan kebebasan berpendapat. Tentu saja ini akan berubah kalau hakim memutuskan sesuatu yang lain.

Orang Belanda bangga dengan kebebasan demokratis mereka, mereka menyelesaikan perselisihan lewat argumentasi dan tidak saling pukul. Sikap bangga ini bisa diungkapkan dalam satu kutipan filsuf aliran pencerahan Prancis Voltaire: “Apa yang Anda katakan saya tolak, namun hak Anda untuk mengutarakannya akan saya bela sampai mati.”

Sampai sekarang warga Muslim belum banyak yang ikut diskusi ini. Namun film yang masih harus ditayangkan karya Wilders ini mendorong mereka untuk mencari jawaban yang bisa dilontarkan kalau film ini benar-benar keluar. Organisasi Maroko di Belanda sudah mengumumkan akan membuka pintu mesjid-mesjid Maroko pada hari film ini ditayangkan. Pemimpin mereka Mohammad Rabbae menyatakan: “Kalau film itu keluar kami harus tenang, kalau kami marah atau sampai menggunakan kekerasan maka kami melakukan persis apa yang dituduhkan tuan Wilders pada kami”.

( Source : Radio Netherlands Worldwide )


hermsylar wrote on Apr 2
Sebagai Umat Islam, saya sangat tersakiti dengan film FITNA, film tersebut hanya sebuah interpretasi yang salah dari orang yang benci terhadap Islam.....
neznonamanieezz wrote on Apr 2
astagfirullah kita sebagai umat muslim jangan sampe terpengaruh dengan film FITNA. Itu hanya akan memecah belahkan persatuan umat Islam d dunia.
airde wrote on Apr 2
Saya sudah nonton Fitna ini, kalaupun direview, juga JELEK kok. Film yang sama sekali tidak dialogis dan cenderung memaksakan perspektif dari pengarangnya sendiri yang merasa benar....
vivisilvia wrote on Apr 2
iya memang ini film absurd.. yagn bikinnya juga gak pake pikiran.. cuma ini pelajaran buat para umat Muslim di manapun... jangan pernah melakukan kejahatan dengan membawa2 nama agama...
stressmetal wrote on Apr 2
Denger berita semalem, pemerintah dah cekal dia kan ya? 1 langkah bagus tuh.
yang pasti kita sebagai Umat muslim jangan sampai terpengaruh ma tu film..... Allahu Akbar.....
cholincool wrote on Apr 2
Jelek mah pelem Fitna , ga ada bagus bagusnya...
hermsylar wrote on Apr 3
airde said
Saya sudah nonton Fitna ini, kalaupun direview, juga JELEK kok. Film yang sama sekali tidak dialogis dan cenderung memaksakan perspektif dari pengarangnya sendiri yang merasa benar....
saya setuju banget....
soalnya itu analisis yang salah dan lebih mengedepankan egoisme pembuat film untuk menjatuhkan Islam...
hermsylar wrote on Apr 3
iya memang ini film absurd.. yagn bikinnya juga gak pake pikiran.. cuma ini pelajaran buat para umat Muslim di manapun... jangan pernah melakukan kejahatan dengan membawa2 nama agama...
Stop Eksploitasi Agama!
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help